Nama : DODI ROY
SYAHPUTRA
NPM : 33414231
Kelas : 1ID01
Tugas : Reportase
Tugas
liputan softkill
Pada
acara the 4th Gunadarma Choir festival 2014
The
4th Gunadarma Choir Festival merupakan salah satu ajang tahunan dari
Universitas Gunadarma. Dimana ajang ini merupakan ajang perlombaan menyanyi
perkelompok atau yang sering kita sebut paduan suara (padus).
GCF
(Gunadarma Choir Festival) ini merupakan
salah satu ajang yang diikuti oleh beberapa Sekolah Menengah Atas yang
bertakjub tingkat nasional, karena beberapa daerah diluar pulau jawa mengikuti
acara ini. Adapun peserta yang ikut serta dalam Gunadarma Choir Festival 2014
ini adalah
1.
SMA NEGERI 3 SUKABUMI
2.
SMA NEGERI 49 JAKARTA
3.
SMA NEGERI 5 BANDUNG
4.
SMA
NEGERI 1 BEKASI
5.
SMA NEGERI 2 DEPOK
6.
SMA NEGERI 3 DEPOK
7.
SMA NEGERI 4 DEPOK
8.
SMA NEGERI 1 CIBINONG
9.
SMA NEGERI 1 TANGERANG
10. SMA
SULUH JAKARTA
11. SMA
TUGU IBU
12. SMA
BINSUS TOMOHON MENADO
13. SMA
PATRA MANDIRI 1PALEMBANG
14. SMA
62 JAKARTA
15. SMA
GLOBAL MANDIRI
Ketika
saya menonton acara ini saya sedikit berbincang-bincang kepada kedua panitia
yang ada dalam acara ini, yaitu saya bertanya kepada saudara Vicky dan saudari
bella.
selamat pagi boleh saya sedikit berbincang bincang dengan saudara” seru saya. Boleh’’ seru Vicky. Sejak kapan acara gunadarma choir festival ini dilangsung kan untuk pertama kali? Tanya saya. Adapun acara ini dilaksana persis nya di tahun 2006 akan tetapi saya kurang begitu tau tanggal dan bulan diadakan acara tersebut!! Jawab Vicky.
Lalu
saya bertanya kembali. Berapa lamakah panitia Gunadarma Choir Festival (GCF)
untuk mempersiapkan acara ini untuk dapat berlangsung sedemikian rupa yang
diharapkan??. Acara Gunadarma Choir festival tersebut memang sudah sejak lama
telah kami persiapkan diawal tahun 2014, tepatnya diawal Februari kita telah
melakukan pembentukan panitia untuk acara tersebut, misalnya ketua panitia,
sekretairs,bendahara dan setiap divisi yang diperlukan untuk acara tersebut
contoh, seksi acara, humas, seksi perlengkapan dan sebagainya!! Saut wanita
mungil nan indah yang sering disapa bella.
Apa yang
membuat acara Gunadarma Choir Festival berbeda dengan cara 2 tahun lalu
dan ada berapa pemenang yang diambil dan
penghargaan lainnya? Tanya saya. Yang yang membuat acara ini berbeda dengan 2
tahun yang lalu adalah yaitu semangat dan kerja keras para peserta yang kami
himbau tidak lah seperti 2 tahun lalu dan berbeda lainnya adalah tahun ini
adanya pertambahan jumlah peserta dari tahun lalu. Adapun yang panitia ambil
untuk menjadi pemenang yaitu ada 5 pemenang dan yang terbaik kondaktor!! Saut
bella.
Setelah
selesai mewawancarai panitia yang ada saya melanjutkan untuk menonton hingga
penutupan penampilan para peserta. Dan tiba lah saat waktunya yang ditunggu
para peserta yaitu pengumuman yang menjadi pemenang pada acara Gunadarma Choir
Festival yang diumumkan oleh para dewan juri yang handal dalam bidangnya
masing-masing. Adapun yang menjadi pemenang pada acara Gunadarma Choir Festival
adalah
1.
SMA
NEGERI 49 JAKARTA
2.
SMA
NEGERI 3 SUKABUMI
3.
SMA
NEGERI 5 BANDUNG
4.
SMA
NEGERI 2 DEPOK
5.
SMA
NEGERI 4 DEPOK
Dan yang
menjadi kondaktor terbaik adalah dari SMA NEGERI 49 JAKARTA.
Demikian
lah reportase yang saya lakukan pada acara The 4th Gunadarma Choir Festival (GCF) 2014
TUGAS
SOFTKILL TENTANG KEBUDAYAAN
KEBUDAYAAN/ADAT BATAK (ADAT DALIHAN NATOLU)
Orang Batak memang tidak bisa terlepas dari
kebudayaannyasebagai orang Batak. Dan tidak hanya suku Batak saja akan tetapi
juga dengan suku-suku lainnya yang ada lainnya diIndonesia bahkan didunia. Karena
setiap suku mempunyai budaya/adat masing-masing merupakan sebagian dari hidup
mereka. (diartikan secara positif). Setiap budaya/adat tidak bisa dipungkiri
bahwa adat/kebudayaan harus terbuka kepada pembaruan-pembaruan sesuai tuntutan
jaman akan tetapi khas suku tersebut tidak bias lepas.
Adat Batak kurang
efisien dalam mengatur waktu, hal ini perlu mendapat perubahan tanpa mengurangi
makna dan hakekat adat batak tersebut. Permasalahan adat batak semakin banyak
dipergunjingkan oleh orang BATAK KRISTEN pada waktu belakangan ini. Sebagian
besar dari mereka adalah pemuda/I yang menganggap bahwa adat Batak tersebut
kolot “old fashioned” membosankan, dan bertele-tele. Harus diakui bahwa adat
Batak itu pada mulanya tidak terlepas pada agama Batak tua. Dipakai untuk
peneguhan agamaniah seseorang.
Adat Batak sering
dikenal dengan istilah dalihan natolu.
Adat adalah aturan yang berlaku karena kebiasaan (hasomalon) yang turun
temurun. Dalihan Na Tolu adalah filosofis yang
menyangkut masyarakat dan budaya batak. Dalam adat batak dikenal dengan tiga
kedudukan fungsional sebagai kontruksi social yang terdiri 3 hal yang menjadi
dasar bersama yaitu:
1.
Manat
Mardongan Tubu (bersikap baik dengan teman semarga)
Jika kita memperhatikan kampong-kampung yang ada ditanah
batak yang tepatnya Tapanuli yang masih sangat tradisional praktis dihuni oleh
orang-orang yang satu marga dengan kita(dongan tubu). Karena mereka adalah
teman untuk mengerjakan dan merencanankan banyak hal untuk kehidupan
sehari-hari. Oleh sebab itu kita harus hati-hati kepada dongan tubu kita (teman
satu marga kita didaerah tapanuli).
2.
Elek
Marboru (menghargai wanita)
Elek Marboru merupakan nasehat supaya timbul sikap membujuk
wanita/pihak boru. Jadi kita senantiasa ramah dan lemah lembut, mereka harus
diperhatikan agar tidak lari dari jalannya.
3.
Somba
Marhulahula: ada yang menafsirkan pemahaman ini menjadi “menyembah hul-hula,
namun ini tidak tepat. Memang benar kata Somba, yang tekananya pada somberarti menyembah, akan
tetapi kata Somba di sini tekananya ba yang adalah kata sifat dan berarti
hormat. Sehingga Somba marhula-hula berarti hormat kepada Hula-hula. Hula-hula
adalah kelompok marga
istri, mulai dari istri kita, kelompok marga
ibu(istri bapak), kelompok marga istri opung, dan beberapa generasi; kelompok
marga istri anak, kelompok marga istri cucu, kelompok marga istri saudara dan
seterusnya dari kelompok dongan tubu. Hula-hula ditengarai sebagai sumber
berkat. Hulahula sebagai sumber hagabeon/keturunan. Keturunan diperoleh dari
seorang istri yang berasal dari hulahula. Tanpa hulahula tidak ada istri, tanpa
istri tidak ada keturunan.
Selain kita telah
mengetahui inti dari adat batak itu tersebut otomatis kita mengetahui apa yang
menjadi cirri khas makanan dari adat
batak yaitu saksang,arsik, manuk napinadar,dekke naniura,
tanggotanggo,natinombur,itak gurgur,sambal tuktuk,tipa-tipa,mie gomak dll.
Didalam adat batak kita harus mengetahui partuturan kita sendiri atau
kekerabatan adat batak toba, yaitu
Uda, Amang Uda, Bapa Uda
·
panggilan kita
terhadap adik laki-laki dari ayah kita,
·
panggilan kita
terhadap semarga yang urutan keturunannya setingkat dengan ayah kita tetapi
ayah kita lebih tua darinya,
·
panggilan kita kepada
suami dari adik perempuan ibu kita.
Inang Uda, Nanguda
·
panggilan kita
terhadap istri dari adik laki-laki ayah kita,
·
panggilan kita
terhadap istri dari semarga kita yang urutan keturunannya setingkat dengan ayah
kita tetapi ayah kita lebih tua darinya,
Amang Tua, Bapa Tua (Pak Tua)
·
panggilan kita
terhadap Saudara laki-laki yang lebih tua dari ayah kita,
·
panggilan kita
terhadap semarga yang urutan keturunannya setingkat dengan ayah kita tetapi
ayah kita lebih muda darinya,
·
panggilan kita kepada
suami dari kakak perempuan ibu kita.
Inang Tua, Nantua (Mak tua)
·
panggilan kita
terhadap istri dari Saudara laki-laki yang lebih tua dari ayah kita,
·
panggilan kita
terhadap istri dari orang semarga yang urutan keturunannya setingkat dengan
ayah kita tetapi ayah kita lebih muda darinya,
·
panggilan kita kepada
kakak perempuan ibu kita.
Tulang (Paman)
·
panggilan kita kepada
saudara laki-laki ibu kita.
Nantulang (bibi)
·
panggilan kita
terhadap istri dari tulang kita.
Lae
·
panggilan kita
(laki-laki) kepada anak laki-laki dari tulang kita,
·
panggilan kita
(laki-laki) kepada suami dari saudari kita yang perempuan.
Eda
·
panggilan kita
(perempuan) kepada anak perempuan dari tulang kita,
·
panggilan kita
(perempuan) kepada istri dari saudara kita yang laki-laki.
Amangboru
·
panggilan kita
terhadap suami dari saudari ayah kita perempuan,
·
panggilan terhadap
suami dari perempuan yang merupakan keturunan semarga kita yang urutannya
setingkat dengan ayah kita.
Namboru
·
panggilan kita
terhadap saudara perempuan ayah kita,
·
panggilan terhadap
perempuan yang merupakan keturunan semarga kita yang urutannya setingkat dengan
ayah kita.
Ito, iboto
·
panggilan kita sebagai
laki-laki kepada saudari kita (perempuan),
·
panggilan kita sebagai
perempuan kepada saudara kita yang laki-laki,
·
panggilan umum bagi
orang kepada lawan jenisnya dalam budaya batak toba.
Pariban
·
panggilan kita sebagai
laki-laki terhadap anak perempuan dari tulang kita,
·
panggilan kita sebagai
perempuan terhadap anak laki-laki dari Namboru kita.
Inang (ibu)
·
panggilan kita
terhadap perempuan yang lebih tua dari kita atau kepada orang (perempuan) yang
dituai,
·
panggilan umum untuk
menghormati semua perempuan.
Amang
·
panggilan kita
terhadap pria yang lebih tua dari kita atau orang (pria) yang dituai,
·
panggilan umum untuk
menghormati para pria.
Inong (ibunda)
·
panggilan khusus
kepada ibunda kita.
Among (Ayahanda)
·
panggilan khusus
kepada ayahanda kita.
Ompung (Kakek/Nenek)
·
dibaca Oppung
·
panggilan kepada
kakek/nenek kandung kita.
·
panggilan kepada anak
Tulang (Paman) Kita.
·
panggilan umum kepada
orang tua yang setingkat dengan kakek/nenek kandung kita.
Ompung Doli (Kakek)
·
dibaca Oppung Doli
·
panggilan khusus
kepada kakek kita, ayah dari ayah/ibu kita
Ompung Boru (Nenek)
·
dibaca Oppung Boru
·
panggilan khusus
kepada nenek kita, ibu dari ayah/ibu kita
(SUMBER DARI ORANGTUA DAN WIKIPEDIA INDONESIA)
TUGAS
KEBUDAYAAN KEDUA
Suku Nias
Tari
Perang diperagakan di halaman tengah pedesaan tradisional. Foto koleksi
Tropenmuseum, Amsterdam
Suku Nias adalah kelompok masyarakat yang
hidup dipulau
nias. Dalam bahasa aslinya, orang Nias menamakan diri mereka
"Ono Niha" (Ono = anak/keturunan; Niha = manusia) dan pulau Nias
sebagai "Tanö Niha" (Tanö = tanah).
Suku Nias adalah
masyarakat yang hidup dalam lingkungan adat dan kebudayaan yang masih tinggi.
Hukum adat Nias secara umum disebut fondrakö yang mengatur segala
segi kehidupan mulai dari kelahiran sampai kematian. Masyarakat Nias kuno hidup
dalam budaya megalitik dibuktikan oleh peninggalan sejarah berupa ukiran pada
batu-batu besar yang masih ditemukan di wilayah pedalaman pulau ini sampai
sekarang. Kasta :
Suku Nias mengenal sistem kasta(12 tingkatan Kasta). Dimana tingkatan kasta
yang tertinggi adalah "Balugu". Untuk mencapai tingkatan ini
seseorang harus mampu melakukan pesta besar dengan mengundang ribuan orang dan
menyembelih ribuan ekor ternak babi selama berhari-hari.
Asal Usul
Mitologi
Tari
Perang
Menurut masyarakat Nias,
salah satu mitos asal usul suku Nias berasal dari sebuah pohon kehidupan yang
disebut "Sigaru Tora`a" yang terletak di sebuah tempat yang bernama
"Tetehöli Ana'a". Menurut mitos tersebut di atas mengatakan
kedatangan manusia pertama ke Pulau Nias dimulai pada zaman Raja Sirao yang
memiliki 9 orang Putra yang disuruh keluar dari Tetehöli Ana'a karena
memperebutkan Takhta Sirao. Ke 9 Putra itulah yang dianggap menjadi orang-orang
pertama yang menginjakkan kaki di Pulau Nias.
Penelitian Arkeologi
Penelitian Arkeologi
telah dilakukan di Pulau Nias sejak tahun 1999 [1], [2]. Penelitian ini
menemukan bahwa sudah ada manusia di Pulau Nias sejak 12.000 tahun silam yang bermigrasi dari
daratan Asia ke Pulau Nias pada masa paleolitik, bahkan ada indikasi sejak 30.000 tahun lampau kata Prof. Harry Truman
Simanjuntak dari Puslitbang Arkeologi Nasional dan LIPI Jakarta. Pada masa itu
hanya budaya Hoabinh, Vietnam yang sama dengan budaya yang ada di Pulau Nias,
sehingga diduga kalau asal usul Suku Nias berasal dari daratan Asia di sebuah
daerah yang kini menjadi negara yang disebut Vietnam.
Penelitian genetika
terbaru menemukan, masyarakat Nias, Sumatera Utara, berasal dari rumpun bangsa
Austronesia. Nenek moyang orang Nias diperkirakan datang dari Taiwan melalui
jalur Filipina 4.000-5.000 tahun lalu [3], [4].
Mannis van Oven,
mahasiswa doktoral dari Department of Forensic Molecular Biology, Erasmus
MC-University Medical Center Rotterdam, memaparkan hasil temuannya di Lembaga
Biologi Molekuler Eijkman, Jakarta, Senin (15/4/2013). Dalam penelitian yang
telah berlangsung sekitar 10 tahun ini [5], [6] Oven
dan anggota timnya meneliti 440 contoh darah warga di 11 desa di Pulau Nias.
”Dari semua populasi
yang kami teliti, kromosom-Y dan mitokondria-DNA orang Nias sangat mirip dengan
masyarakat Taiwan dan Filipina,” katanya.
Kromosom-Y adalah
pembawa sifat laki-laki. Manusia laki-laki mempunyai kromosom XY, sedangkan
perempuan XX. Mitokondria-DNA (mtDNA) diwariskan dari kromosom ibu.
Penelitian ini juga
menemukan, dalam genetika orang Nias saat ini tidak ada lagi jejak dari
masyarakat Nias kuno yang sisa peninggalannya ditemukan di Goa Togi Ndrawa,
Nias Tengah. Penelitian arkeologi terhadap alat-alat batu yang ditemukan
menunjukkan, manusia yang menempati goa tersebut berasal dari masa 12.000 tahun
lalu.
”Keragaman genetika
masyarakat Nias sangat rendah dibandingkan dengan populasi masyarakat lain,
khususnya dari kromosom-Y. Hal ini mengindikasikan pernah terjadinya bottleneck
(kemacetan) populasi dalam sejarah masa lalu Nias,” katanya.
Studi ini juga
menemukan, masyarakat Nias tidak memiliki kaitan genetik dengan masyarakat di
Kepulauan Andaman-Nikobar di Samudra Hindia yang secara geografis bertetangga.
Jejak terputus
Menanggapi temuan itu,
arkeolog dari Pusat Penelitian Arkeologi Nasional Sony Wibisono mengatakan,
teori tentang asal usul masyarakat Nusantara dari Taiwan sebenarnya sudah lama
disampaikan, misalnya oleh Peter Bellwood (2000). Teori Bellwood didasarkan
pada kesamaan bentuk gerabah.
”Masalahnya, apakah
migrasi itu bersifat searah dari Taiwan ke Nusantara, termasuk ke Nias, atau
sebaliknya juga terjadi?” katanya. Sony mempertanyakan bagaimana migrasi
Austronesia dari Taiwan ke Nias itu terjadi.
Herawati Sudoyo, Deputi
Direktur Lembaga Eijkman yang juga menjadi pembicara, mengatakan, migrasi
Austronesia ke Nusantara masih menjadi teka-teki. ”Logikanya, dari Filipina
mereka ke Kalimantan dan Sulawesi. Tetapi, sampai saat ini data genetika dari
Kalimantan dan Sulawesi masih minim. Masih ada missing link,” katanya.
Di Kalimantan, menurut
Hera, yang diteliti genetikanya baru etnis Banjar. Hasilnya menunjukkan, mereka
masyarakat Melayu. Di Sulawesi yang diteliti baru Sulawesi Selatan. ”Masih
banyak studi yang harus dilakukan,” katanya.
Marga Nias
Suku
Nias menerapkan sistem marga mengikuti garis ayah (patrilineal). Marga-marga
umumnya berasal dari kampung-kampung pemukiman yang ada.seperti BATEE(kamar)
dan NDRAHA(akar) OZUI FANOLO BATE'E DAN ERNA TRISNAWATI NDRAHA sebagai leluhur
nias
Khas Nias
Makanan Khas
·
Bae - Bae
·
Gowi Nihandro (Gowi
Nitutu ; Ubi tumbuk)
·
Harinake (daging babi
cincang dengan cacahan yang tipis dan kecil-kecil)
·
Godo-godo (ubi /
singkong yang diparut, dibentuk bulat-bulat kemudian direbus setelah matang di
taburi dengan kelapa yang sudah di parut)
·
Köfö-köfö(daging ikan
yang dihancurkan, dibentuk bulat dan dijemur/dikeringkan/diasap)
·
Ni'owuru (daging babi
yang sengaja diasinkan agar bisa bertahan lama)
·
Ratigae (pisang goreng)
·
Tamböyö (ketupat)
·
löma (beras ketan yang
dimasak dengan menggunakan buku bambu)
·
Gae nibogö (pisang
bakar)
·
Kazimone (terbuat dari
sagu)
·
Wawayasö (nasi pulut)
·
Gulo-Gulo Farö (manisan
dari hasil sulingan santan kelapa)
·
Bato (daging kepiting
yang dipadatkan dalam bentuk bulat agar dapat bertahan lama; terdapat di
Kepulauan Hinako)
·
Nami (telur kepiting
dapat berupa nami segar atau yang telah diasinkan agar awet, dapat bertahan
hingga berbulan-bulan tergantung kadar garam yang ditambahkan)
Peralatan Rumah Tangga
di Nias
·
Bowoa tanö - periuk dari
tanah liat, alat masak tradisional
·
Figa lae - daun pisang
yang dipakai untuk menjadi alas makanan
·
Halu (alat menumbuk
padi) - dfsf
·
Lösu - lesung
·
Gala - dari kayu seperti
talam
·
Sole mbanio - tempat
minum dari tempurung
·
Katidi - anyaman dari
bambu
·
Niru (Alat untuk menapik
beras untuk memisahkan dedak)
·
Haru - sendok nasi
·
Famofu - alat niup api
untuk memasak
·
Fogao Banio (alat
pemarut kelapa)
Amaedola Nias
·
Hulö harita, olifu ia
gulinia (Bagaikan kacang lupa akan kulitnya) Artinya : Perumpamaan kepada
seseorang yang melupakan asal-usulnya atau yang melupakan seseorang yang telah
berbuat baik kepadanya.
·
Böi bunu gulö fasalatö
(Jangan membunuh ular setengah-setengah jikalau masih hidup ular itu akan
mematokmu kembali) Artinya: Hendaknya dalam melakukan sesuatu hal harusnya
sampai tuntas agar tidak menjadi bumerang nantinya.
·
Hulö ni femanga mao,
ihene zinga (Bagaikan kucing yang sedang makan di mulai dari pinggiran)
Artinya: Dalam melakukan sesuatu hal, di mulai dengan hal yang mudah ke yang
sulit.
·
Hulö la'ewa nidanö ba
ifuli fahalö-halö (Bagaikan air di potong-potong tetap bersatu kembali)
Artinya: Sesuatu yang tidak bisa untuk di pisahkan.
·
Abakha zokho safuria
moroi ba zi oföna (Lebih dalam luka terakhir dari pada luka yang pertama)
Artinya: Sesuatu tindakan akan sangat terasa pada akhirnya.
Minuman
·
Tuo nifarö (tuak) adalah
minuman yang berasal dari air sadapan pohon nira (dalam bahasa Nias "Pohon
Nira" = "töla nakhe" dan pohon kelapa (dalam bahasa Nias
"Pohon Kelapa" = "töla nohi") yang telah diolah dengan cara
penyulingan. Umumnya Tuo nifarö mempunyai beberapa tingkatan (bisa sampai 3
(tiga) tingkatan kadar alkohol). Dimana Tuo nifarö No. 1 bisa mencapai kadar
alkohol 43%.
·
Tuo mbanua / Sataha
(minuman tuak mentah yang berasal dari air sadapan pohon kelapa atau pohon nira
yang telah diberi 'laru' berupa akar-akar tumbuhan tertentu untuk memberikan
kadar alkohol)
Akses Ke Nias
Udara
Jarak tempuh menuju
Kepulauan Nias berkisar 45 menit dari bandara udara internasional
kualanamu(Medan)
Bandar udara Binaka dengan harga tiket antara Rp
400.000 s/d Rp 700.000.
Darat
·
Dari Kota Medan menuju Kota Sibolga berkisar 10 jam dengan
mengendarai Jasa Angkutan Darat seperti Taxi, Mini Bus dll harga tiket sekitar
Rp 120.000
·
Dari Kota Medan menuju Kota Pelabuhan Aceh Singkil berkisar 8 jam dengan
mengendarai Jasa Angkutan Darat seperti Taxi, Mini Bus dll harga tiket sekitar
Rp 120.000
Laut
·
Sesampainya di Pelabuhan Sibolga,
perjalanan laut menuju Pelabuhan Gunungsitoli dapat memakan waktu 10
jam dengan menggunakan Kapal Penyeberangan dengan harga tiket sekitar Rp 80.000
s/d Rp 130.00. Kapal ini beroperasi setiap hari dengan jadwal keberangkatan
Malam dan sampai di Gunungsitoli pagi hari.
·
Dari Pelabuhan Aceh
Singkil dapat menyeberang dengan menggunakan kapal penumpang yang beroperasi 2
kali seminggu yaitu hari Selasa dan Kamis.
Budaya Nias
·
fahombo(Lompat
Batu)
·
Fangowai (Tari sekapur
sirih/penyambutan tamu)
Dalam budaya Ono Niha
(Nias) terdapat cita-cita atau tujuan rohani hidup bersama yang termakna dalam
salam “Ya’ahowu” (dalam terjemahan bebas
bahasa Indonesia “semoga diberkati”). Dari arti Ya’ahowu tersebut terkandung
makna: memperhatikan kebahagiaan orang lain dan diharapkan diberkati oleh Yang
Lebih Kuasa. Dengan kata lain Ya’ahowu menampilkan sikap-sikap: perhatian,
tanggungjawab, rasa hormat, dan pengetahuan. Jika seseorang bersikap demikian,
berarti orang tersebut memperhatikan perkembangan dan kebahagiaan orang
lain : tidak hanya menonton, tanggap, dan bertanggungjawab akan kebutuhan
orang lain (yang diucapkan : Selamat – Ya’ahowu), termasuk yang tidak
terungkap, serta menghormatinya sebagai sesama manusia sebagaimana adanya. Jadi
makna yang terkandung dalam “Ya’ahowu” tidak lain adalah persaudaraan (dalam
damai) yang sungguh dibutuhkan sebagai wahana kebersamaan dalam pembangunan
untuk pengembangan hidup bersama.
Galeri
Pejuang
Nias.
Omo Sebua, Rumah khas Nias.
Pengantin
Nias.
Patung
leluhur Nias.
Keluarga
Nias.
Tempat
persembahan Nias.
TUGAS PUISI SOFTKILL
PUISI
DALAM DOA KU ADA KERINDUAN
Hening menabur lamunan
Angin terbang begitu bebasnya
Jarak menoreh kerinduan
Betapa dalamnya rindu ini
Terbayang wajah mereka dibenak ku
Terlintas semua nasehat semasa kecil ku dulu
Ibu,Ayah
Aku merindukanmu
Merindukan setiap nasehat yng diberikan
Rindu pelukan hangatan mu
Ibu,ayah
Ku genggam kerinduan ini dalam doa
Ibu,Ayah
Kelak nanti anakmu akan pulang
Pulang membawa kesuksesan yang selama ini diimpikan
Dan anak mu yang tengah jauh ini
Akan menorah kebanggan
Ibu,Ayah
Kelak kesedihan mu akan terbayar dengan senyuman
manis mu
PIALA
Begitu banyak orang yang mendambakanmu
Begitu banyak pula orang yang ingin menggenggam mu
Yang menaruh harapan pada mu
Butuh kerja keras
Latihan tekun dan pengorbanan waktu
Serta doa untuk mendapatkan mu
Ada bahagia ketika orang mendapatkan mu
Yang dapat menggenggam dirimu
Dan tak sedikit pula orang merasa kesedihan
Ketika tak dapat menggenggam mu
Ada tetasan air mata bahagia
Dan tak lupa ada tetesan air mata kesedihan
Akankah ketika orang mendapatkan mu
Menjadi sukses seperti apa yang mereka harapkan
serta impikan
Tidak!! Tidak!! Semua tidak ditentukan oleh mu
Perjuangan dan kerja keras serta proses
yang
menentukan seseorang sukses
dan tak lupa
doa yang dipanjatkan
TUGAS
SOFTKILL PANTUN
PANTUN
Jangan
menulis diatas kursi
Tetapi
menulis lah di atas meja
Jangan
menangis Karena sakit Hati
Tetapi
menangislah karena dosa
Makan pizza
berisikan keju
Kalau hendak
memakan ditaruh ditampan
Jikalau anak
bangsa ingin pendidikan maju
Janganlah
korupsikan dana pendidikan
Pergi
kepasar beli buah mangga
Belinya
dipasar ciputat
Hendaklah
menyesali dosa
Sebelum
terlambat waktunya